Knowledge Management in School
Salam Hangat,
Sekolah adalah institusi dimana knowledge (pengetahuan) banyak diciptakan dan digunakan secara terus menerus dan berkesinambungan.
Di era knowledge saat ini sudah selayaknya bagi sekolah untuk mulai membangun Knowledge Management.
Bagaimana tidak? Lihatlah bagaimana knowledge tersebar dan tercipta di sekolah, semenjak dari penentuan visi dan misi sekolah, penentuan strategi dan target pembelajaran, perancangan desain kurikulum, pembuatan lesson plan, penyusunan modul dan bahan pengajaran (paper, video, songs, media dsb) serta worksheet, sampai kepada bahan evaluasi. (lihat gambar 1).
Disinilah pentingnya mengelola pengetahuan yang ada sebagai asset sekolah sehingga berbagai inovasi dapat dilakukan terus menerus untuk meningkatkan kualitas sekolah dan kualitas pembelajaran.
Namun sangat disayangkan bahwa masih sedikit sekolah yang mengelola pengetahuan yang dimilikinya secara terencana dan terprogram untuk mendorong efisiensi, produktifitas serta kualitas maupun profitabilitas.
Merupakan hal yang menjadi kebiasaan di banyak organisasi dimana knowledge atau pengetahuan yang mereka miliki umumnya terserak dan tersebar baik di personal computer, laptop, filling cabinet atau di arsip dokumen bahkan masih tersimpan di dalam benak (Tacit Knowledge) masing-masing karyawan atau pengajar.
Padahal ada korelasi yang sangat kuat antara “what school knows” dengan “what school can do”, antara “what school must do” dengan “what school must know”.
Inisiatif Knowledge Management (KM) di Sekolah
Sudah saatnya sekolah mulai melakukan Inisiatif Manajemen Pengetahuan (knowledge management initiatives) sebagai bagian dari strategi sekolah masa depan yang memiliki keunggulan kompetitif dan inovatif.
Sekolah dapat menyertakan Knowledge
Management ini sebagai salah satu key initiative dalam menjalankan strategic objective sekolah. KM inisiatif ini diawali dengan melakukan survey, interview dan angket kepada para stakeholder di sekolah berkaitan dengan pemahaman terhadap pentingnya KM, visi para stakeholder mengenai KM, dsbnya. Tujuannya adalah untuk memetakan KM readiness. (Kesiapan Organisasi terhadap implementasi KM).
Curriculum Knowledge Repository
Knowledge Repository adalah sebuah sentral database system untuk menampung semua knowledge yang diperlukan maupun dihasilkan Sekolah dalam aktifitasnya menjalankan proses bisnis di sekolah.
Knowledge Repository ini harus dapat melakukan fungsi untuk knowledge acquisition (registrasi/submission), knowledge taxonomy (klasifikasi/kategorisasi), knowledge metadata (knowledge property), knowledge retrieval (pencarian kembali) serta knowledge retention dan versioning.
Sebagai contoh, jika seorang pengajar akan melakukan proses pembelajaran, maka dengan mudah dan cepat akan dapat melakukan proses pencarian obyek knowledge di dalam repository sesuai dengan klasifikasi yang telah dibuat sebelumnya ketika meregister knowledge atau learning object.
Pencarian dapat dilakukan dengan melalui subject knowledge ( matematika, science, character dsb ), atau melalui object learning (level, kelas atau usia dsb), atau melalui type learning (module, test atau exercise dsb), atau melalui media learning (sound, video atau worksheet dsb), atau melalui institutional learning (instiusi yang menciptakan knowledge) dstnya. Begitupun selesai melakukan aktifitas pembelajaran maka pengajar akan memasukkan kembali knowledge yang tadi setelah memberi catatan dan evaluasi hasil penggunaan knowledge tersebut.
Tentunya Knowledge Repository ini harus di kawal oleh seorang Subject Matter Expert yang pakar di subject learning tertentu.
Tips Sukses Mengelola Pengetahuan
- Menguatkan visi Leadership di sekolah (School Principles atau Kepala Sekolah harus lebih meningkatkan perannya sebagai Chief of Learning Officer)
- Mendorong Perubahan Budaya untuk Berbagi Pengetahuan
- Mempersiapkan IT Infrastructure yang sesuai dengan kebutuhan Sekolah
(Redaksi Aulade)
1 komentar:
Terima kasih atas response-nya pada blog Putra Fajar : Disain Kurikulum, Pintu Masuk Pembuatan Modul. Program Excell 22 langkah dari Disain Kurikulum yang keluarannya adalah modul, perlu pelatihan, karena program excell itu hanya sekedar tools, sedangkan didaktik pedagogiknya harus dilatih melalui workshop khusus (sekitar 10 hari) karena isinya bukan sekedar mengaplikasikan program, tapi juga melakukan PTK, analisis SWOT dan HOT (Higher Order of Thinking)- workshop gratis
Posting Komentar